Bayu Sugara
Sabtu, 29 Maret 2014
Jumat, 21 Maret 2014
Teknologi komputer masa depan - Seiring dengan perkembangan
zaman, dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat,
bukanlah hal yang mustahil bagi manusia untuk menikmati berbagai layanan
yang semakin canggih dan cepat begitu juga dengan komputer. Baru-baru
ini NEC Design Ltd sebuah lembaga di jepang menawarkan sebuah konsep
baru tentang teknologi komputer yang sangat mengejutkan. Konsep tersebut
adalah Komputer Model Pena.
Model dari komputer ini adalah model pena. Jika dilihat secaara sekilas
pena ini sangat tidak mungkin disebut komputer. Dari jika sudah
mengetahui fungsi dan manfaatnya kita tentu pasti terkejut. Komputer ini
disebut P-ISM.
Sebagaimana dijelaskan oleh desainer NEC sebagai “Pen-style Personal
Networking Gadget Package”. Komputer model ini diperkirakan senilai
$30.000 atau sekitar 300an juta rupiah. Harga tersebut untuk ukuran
sebuah komputer mungkin sangat mahal, tetapi jika dilihat dari segi
terkologi tentu tidak ada apa-apanya. Menurut Website NEC Design,
komputer jenis P-ISM ini adalah paket komputer pena yang mencakup 5
fungsi yaitu :
- Ponsel bergaya pena dengan cara input data menggunakan tulisan tangan
- virtual keyboard
- proyektor kecil
- Camera Scanned
- Personal ID password yang berfungsi sebagai identitas pemilik
Senin, 10 Maret 2014
Tentang USER of blog
BANJIR
penyebab banjir
Bogor (ANTARA News) - Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya mengatakan, banjir yang terjadi hampir di sebagian besar wilayah Indonesia merupakan bencana ekologis.
"Banjir yang kita hadapi sekarang akibat kerusakan ekologis. Ekologi kita hancur total," katanya saat meninjau lokasi pembongkaran vila di Puncak, Bogor, Senin.
Banjir yang terjadi dalam sepekan terakhir merupakan pengaruh Monsoon Asia yang terkonsentrasi di wilayahh Jakarta dan sebagian Jawa Barat dengan curah hujan cukup tinggi secara bersamaan mulai dari hulu sungai Cilwung hingga hilir yang disertai dengan pasang air laut.
Menurut Balthasar, jika dibandingkan banjir pada 2007 curah hujan saat ini tidak lebih dari 300 mm per hari, namun karena perubahan tata ruang yang meningkat pesat baik di kawasan hulu, tengah maupun hilir terutama untuk pemukiman.
Secara umum laju kerusakan ekologis atau degradasi lingkungan di Indonesia dari tahun ke tahun semakin memprihatinkan terlihat dari penurunan luas tutupan hutan di Indonesia dari 49,37 persen pada 2008 menjadi 47,73 persen pada 2012 atau mengalami degradasi sebesar 1,64 persen dalam waktu empat tahun.
Di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung terjadi penurunan luas tutupan hutan dari 9,4 persen pada 2000 menjadi 2,3 persen pada 2010 atau mengalamii laju degradasi sebesar 7,14 persen dalam kurun waktu 10 tahun atau 0,7 persen per tahun.
Kerusakan ekologis di DAS Ciliwung saat ini seperti meningkatnya lahan kritis dengan tingkat erosi dan sedimentasi yang tinggi, fluktuasi debit yang tinggi antara musim kemarau dan pengujan merupakan salah satu faktor penyebab kejadian banjir di Jakarta dan tanah longsor di beberapa daerah hulus DAS Ciliwung.

Menurut dia, hal ini menandakan DAS Ciliwung semakin tidak sehat dengan perbedaan debit air musim kemarau dan musim penghujan lebih dari 300 kali lipat.
penyebab banjir
Bogor (ANTARA News) - Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya mengatakan, banjir yang terjadi hampir di sebagian besar wilayah Indonesia merupakan bencana ekologis.
"Banjir yang kita hadapi sekarang akibat kerusakan ekologis. Ekologi kita hancur total," katanya saat meninjau lokasi pembongkaran vila di Puncak, Bogor, Senin.
Banjir yang terjadi dalam sepekan terakhir merupakan pengaruh Monsoon Asia yang terkonsentrasi di wilayahh Jakarta dan sebagian Jawa Barat dengan curah hujan cukup tinggi secara bersamaan mulai dari hulu sungai Cilwung hingga hilir yang disertai dengan pasang air laut.
Menurut Balthasar, jika dibandingkan banjir pada 2007 curah hujan saat ini tidak lebih dari 300 mm per hari, namun karena perubahan tata ruang yang meningkat pesat baik di kawasan hulu, tengah maupun hilir terutama untuk pemukiman.
Secara umum laju kerusakan ekologis atau degradasi lingkungan di Indonesia dari tahun ke tahun semakin memprihatinkan terlihat dari penurunan luas tutupan hutan di Indonesia dari 49,37 persen pada 2008 menjadi 47,73 persen pada 2012 atau mengalami degradasi sebesar 1,64 persen dalam waktu empat tahun.
Di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung terjadi penurunan luas tutupan hutan dari 9,4 persen pada 2000 menjadi 2,3 persen pada 2010 atau mengalamii laju degradasi sebesar 7,14 persen dalam kurun waktu 10 tahun atau 0,7 persen per tahun.
Kerusakan ekologis di DAS Ciliwung saat ini seperti meningkatnya lahan kritis dengan tingkat erosi dan sedimentasi yang tinggi, fluktuasi debit yang tinggi antara musim kemarau dan pengujan merupakan salah satu faktor penyebab kejadian banjir di Jakarta dan tanah longsor di beberapa daerah hulus DAS Ciliwung.
Menurut dia, hal ini menandakan DAS Ciliwung semakin tidak sehat dengan perbedaan debit air musim kemarau dan musim penghujan lebih dari 300 kali lipat.
Langganan:
Postingan (Atom)

